<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6535669602670898152</id><updated>2011-04-21T13:26:15.523-07:00</updated><title type='text'>~RESENSI~</title><subtitle type='html'>"Kumpulan Resensi Buku-buku baru,Indonesia dan Inggris"</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6535669602670898152/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Agus Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00799896172555942811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FluIyLVAgLE/SPUVX69PfVI/AAAAAAAAADg/0p9kNfYfJqs/S220/AGus.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6535669602670898152.post-6486494352210614021</id><published>2009-01-01T14:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-01T14:08:02.519-08:00</updated><title type='text'>Dosa Sejarah Orde Baru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FluIyLVAgLE/SV0-dqTXJWI/AAAAAAAAAF4/OA0duJLYFWk/s1600-h/sampul+Buku+diburu+di+Pulau+Buru.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 232px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FluIyLVAgLE/SV0-dqTXJWI/AAAAAAAAAF4/OA0duJLYFWk/s320/sampul+Buku+diburu+di+Pulau+Buru.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5286450216895456610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div  style="text-align: justify;font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Judul Buku      : Diburu di Pulau Buru&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Penulis              : Hersri Setiawan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Penerbit         : Galang Press&lt;br /&gt;Cetakan  : Pertama, Maret 2006&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Tebal                      : 228 halaman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata pelajaran sejarah kita—dari sekolah dasar hingga menengah—selau menarasikan peristiwa G. 30 S/PKI atau terkenal dengan ”peristiwa 1965”. Diceritakan bahwa peristiwa berdarah yang merenggut ketuju perwira ABRI, adalah perbuatan Partai Komunis Indonesia (PKI). Dijelaskan pula bahwa Jenderal Suharto dengan “SUPERSEMAR-nya”, berhasil menumpas “penghianatan” PKI tersebut. Akhirnya, berbagai gelar kehormatan pun dianugerahkan kepadanya. Suharto lantas dipuja-puja laksana “dewa penolong” bagi bangsa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, pelajaran sejarah saat itu —bahkan sampai saat ini, nyaris bungkam. Bukan hanya terhadap apa yang dialami oleh sepuluh ribu tahanan politik (tapol) di Pulau Buru, tetapi juga tentang pembantaian dan penahanan atas ratusan ribu (atau bahkan jutaan?) anggota dan simpatisan—atau yang sekedar dituduh sebagai anggota simpatisan PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam narasi sejarah yang diciptakan oleh rezim Orba, pembantaian dan penahanan massal serta pengalaman getir para tapol di Pulau Buru —dan di tempat-tempat lain di Indonesia— dianggap tidak pernah ada. Yang ditonjol-tonjolkan dalam “narasi sejarah penguasa” adalah kisah heroik militeristik, yang dipimpin oleh Jenderal Suharto dan didukung oleh segenap warga yang merasa “setia kepada Pancasila dan UUD 1945” dalam “mengikis habis PKI hingga ke akar-akarnya”. Anehnya, narasi ini diterima sebagai salah-satunya kebenaran sejarah. Dengan narasi sejarah inilah rezim Orba mengindoktrinasi segenap warga bahwa kita adalah bangsa yang “satun”, “beradab”, “berbudi luhur”, “berperikemanusiaan” dan “berketuhanan” . Sedangkan komunis adalah “biadab”, “tidak berkemanusiaan” serta atheis. Patut untuk dibasmi!&lt;br /&gt;Buku yang ada di tangan pembaca ini merupakan kisah nyata yang ditulis oleh orang yang terlibat langsung peristiwa sejarah tersebut. Ia bersama ribuan tapol lainnya, oleh rezim Orba dipaksa menjalani hidup tanpa harkat dan martabat kemanusiaan di Pulau Buru selama hampir sepanjang dasawarsa 1970-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini mengajak kita untuk menghentikan pemberhalaan masa lalu, sekaligus meninggalkan watak “narsistik” warisan Orba itu. Kita diajak melihat bagaimana nilai-nilai kemanusiaan diinjak-injak justru oleh mereka yang paling getol mengaku berprikemanusiaan; keberadaban Tuhan diingkari justru oleh mereka yang mengklaim sebagai yang paling berketuhanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai keagamaan dicampakkan justru oleh mereka yang mengklaim paling agamis. Kebiadaban justru dipertontonkan oleh mereka yang mengaku sebagai orang yang palig beradab, kebodohan dipamerkan justru oleh orang yang merasa diri paling benar dan pintar, maki-makian dan kekerasan didemonstrasikan justru oleh mereka yang mengaku paling santun dan berbudi luhur. Pendeknya kita diajak melihat ironi-ironi Orba.&lt;br /&gt;Dengan melihat ironi, gambaran masa lalu yang mungkin selama ini kita berhalakan tampak goyah, atau bahkan malah berantakan. Masa lalu tak lagi merupakan tempat dari mana kita bisa menepuk dada. Apakah yang dapat kita banggakan dari masa lalu Orde Baru, ketika ternyata “kesuksesan” lahiriyahnya dibangun di atas piramida korban manusia? Ketika ternyata apa yang diagung-agungkannya justru diingkarinya sendiri? (hal 10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, masa lalu juga tak lagi merupakan tempat kemana kita bisa lari dari tanggung jawab atas kesalahan yang kita lakukan. Bagaimana mungkin kita bisa terus-menerus mengkambing-hitamkan “komunis” setiap kali menghadapi masalah bangsa yang pelik, ketika mereka yang disebut “komunis” sendiri justru merupakan pihak yang paling menjadi korban masalah yang ada?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak berbeda dari beberapa otobiografi atau memoar mantan tapol yang lain, buku ini menunjukkan pretensi membela diri; dan sama dengan semua memoar mantan tapol yang lain, buku ini sama sekali tidak menunjukkan hasrat melakukan pertobatan.&lt;br /&gt;Selain itu, buku ini hanya ingin berbagi pengalaman, sembari berharap bahwa pengalaman pahit para mantan tapol itu dicatat dalam narasi sejarah Indonesia mutakhir, tak lain agar seluruh tragedi kemanusiaan setelah “peristiwa 1965” tidak terulang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan berhenti memberhalakan atau meratapi masa lalu, kita bisa menjadikan masa lalu sebagai guru yang terbaik, sebagaimana diungkapkan Sukarno dengan semboyan “jasmerah”nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Guru paling baik dari Pulau Buru dan seluruh tragedi kemanusiaan 1965 yang merupakan pondasi berdirinya rezim Orba adalah bahwa paradigma berpikir ”either/or” itu sering, juga bukan selalu, mendatangkan malapetaka bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika kita berkata bahwa”jika engkau tidak membenci mereka, mak engkau pasti bagian dari mereka”, dan mereka itu musuh kita yang harus kita musnahkan”, maka dari situ kekerasan bermula. Persis ketika orang berlomba berteriak ”hancurkan PKI”, tak lain agar tidak dicap sebagai “PKI”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6535669602670898152-6486494352210614021?l=bedahbukugratis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/feeds/6486494352210614021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/2009/01/dosa-sejarah-orde-baru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6535669602670898152/posts/default/6486494352210614021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6535669602670898152/posts/default/6486494352210614021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/2009/01/dosa-sejarah-orde-baru.html' title='Dosa Sejarah Orde Baru'/><author><name>Agus Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00799896172555942811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FluIyLVAgLE/SPUVX69PfVI/AAAAAAAAADg/0p9kNfYfJqs/S220/AGus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FluIyLVAgLE/SV0-dqTXJWI/AAAAAAAAAF4/OA0duJLYFWk/s72-c/sampul+Buku+diburu+di+Pulau+Buru.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6535669602670898152.post-3291822647788046359</id><published>2008-03-29T23:55:00.000-07:00</published><updated>2008-03-29T23:59:17.995-07:00</updated><title type='text'>Setetes Embun Penyejuk dalam Kegersangan Spiritual</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="post-body"&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://bp0.blogger.com/_QH_4aziRrx4/R4QAOkaoh1I/AAAAAAAAACo/SkhKsah3ntY/s1600-h/sampul+surat+cinta.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5153244123912243026" style="margin: 0px 0px 10px 10px; float: right; width: 208px; height: 292px;" alt="" src="http://bp0.blogger.com/_QH_4aziRrx4/R4QAOkaoh1I/AAAAAAAAACo/SkhKsah3ntY/s320/sampul+surat+cinta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="penulis"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold;"&gt;Surat  Cinta Al-Ghazali : Nasihat-nasihat Pencerahan Hati&lt;/span&gt; &lt;div style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Penulis   : Islah  Gusmian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Penerbit : Mizania PT  Mizan Pustaka &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Cetakan  : Pertama,  Maret 2006&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-weight: bold;" align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Tebal      : 236  halaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak orang  yang berilmu tetapi merasa hidupnya gersang dan tak makna?dan mengapa kita harus  menguasai seluruh ilmu jika pada akhirnya tidak bermanfaat bagi diri sendiri  apalagi orang lain?. Pertanyaan “men-gelisahkan” itu senantiasa mengusik hati  salah seorang murid Imam Al Ghazali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kegelisahan ini  akhirnya mendorongnya menulis surat kepada gurunya—Imam Ghazali— untuk  membuatkan ringkasan tentang ilmu yang bermanfaat. Permintaan tulus dari seorang  murid ini akhirnya mendorong Imam Al Ghazali menulis sebuah kitab terkenal yang  berjudul kitab Ayyuhal-Walad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Dunia moderen yang  begitu cepat bergulir, diiringi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi  (IPTEK) yang sangat pesat pula. Puncak keberhasilan IPTEK adalah manusia  berhasil menginjakkan kakinya di bulan—meski diwakili oleh Niel Amstrong levat  misi Apollo beberapa tahun silam. Tetapi dalam kejayaan IPTEK tersebut timbul  persoalan baru yang disebut Daniel Bell sebagai “kegersangan intelektual  spiritual”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ilmu serasa tak  bermakna dan tak berarti dalam kehidupan. Orang yang berilmu, tetapi ia tidak  menemukan apa-apa dalam ilmunya selain kegersangan dan kehampaan. Kaum  eksistensial melukiskan posisi manusia ini “dalam kesadaran naif dan eksistensi  semu” yang tiada berujung. Akhirnya, lahirlah intelektual-intelektual yang  disebut Bergson sebagai ilmuwan yang kehilangan elan vital dalam  kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Persoalan ini terjadi  karena manusia kehilangan spirit ketuhanan dalam dirinya, hilangnya amal dari  ilmu dan hilangnya ilmu dari amal. Untuk mengatasi kegersangan intelektual  spiritual tersebut, Al Ghazali dalam kitabnya tersebut memberikan beberapa  wasiat diantaranya: pertama, manusia harus senantiasa meneladani ahklaq  Rasulullah SAW.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Meneladani pribadi  rasul bukan tanpa sebab, semata-mata karena diri dalam beliau terpancar akhlak  serta budi pekerti yang luhur tiada tandingannya. Sampai-sampai, seorang  orientalis barat bernama Mout Gomory Watt begitu gandrung terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Bahkan dengan jujur  George Bernad Shaw —juga seorang orientalis— melukiskan jika rasul hadir pada  zaman modern, niscaya beliau dapat mengatasi segala persoalan kehidupan dan  membawa kehidupan umat manusia ke arah kebahagian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kedua, memanfaatkan  waktu secara tepat. Al Quran surat Al-Ashar 1-3 dengan tegas menjelaskan  pentingnya penggunaan waktu secara tepat. Hidup akan terasa bermakna manakala  kita menghargai waktu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Ketiga, mengamalkan  ilmu dengan ikhlas. Jika menjadi seorang guru, ia harus ikhlas mengamalkan  ilmunya kepada murid-muridnya tanpa embel-embel apapun. Laksana ibu pada anaknya  dan laksana orang membuang hajat. Transfer ilmu guru pada murid tidak hanya  secara kognitif, tetapi seluruh pribadi guru idealnya mewarnai kehidupan  muridnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Menurut Al Ghazali,  seorang guru haruslah berusaha mewarisi budi pekerti Rasulullah SAW. Bandingkan  dengan guru-guru yang mengajar saat ini, di mana hubungan antara guru dengan  murid hanya diukur dari sudut finansial saja, tanpa ada rasa tanggung jawab  terhadap ilmu yang telah diajarkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Keempat, menghiasi  malam dengan shalat tahajud. Menurut tradisi Tao saat sepertiga malam terakhir  energi yang akan aktif hingga pada titik optimal. Energi yang adalah energi  aktif alam raya ini. Oleh karena itu penganut ajaran Tao menggunakan waktu  tersebut untuk melatih chi kung dan taichi —yaitu menyerap energi yang seoptimal  mungkin. Efeknya, tubuh menjadi sehat dan pikiran menjadi jernih. Sangat tepat  bila Rasulullah menganjurkan umatnya untuk melakukan zikir dan tafakur. Kegiatan  tersebut membuat tubuh kita menyerap energi yang sehingga hati menjadi tentram  dan kreatifitas pun meningkat pula. (hal 89)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Kelima, investasikan  dunia untuk akhirat, artinya menjadikan seluruh kegiatan di dunia sebagai amalan  untuk kehidupan di akhirat kelak. Kelima, menjaga tuhan dalam hati dan  menyerahkan hidup pada kehendak-Nya. Artinya menjadikan tuhan sebagai kekasih di  atas segala-galanya. Karena tuhan sudah menjadi kekasih kita, maka kita akan  melakukan apa saja untuk kekasih kita tersebut. Tak ada seseorang yang akan  menolak manakala diminta berkorban untuk pujaan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: trebuchet ms;"&gt;Membaca buku ini  laksana menemukan oase di padang pasir yang tandus, kita akan disuguhi nasihat  luhur yang diterjemahkan dengan konteks kehidupan nyata. Hasilnya, penghayatan  yang sangat sempurna. Meskipun buku ini hanya merupakan “penafsiaran  kontekstual” atas kitab Ayyuhal-Walad kaya Imam Ghazali tetapi cukup membumi  dengan kehidupan sehari-hari sehingga bisa menjadi embun penyejuk dalam  kegersangan sepiritual manusia modern.[]&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6535669602670898152-3291822647788046359?l=bedahbukugratis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/feeds/3291822647788046359/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/2008/03/setetes-embun-penyejuk-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6535669602670898152/posts/default/3291822647788046359'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6535669602670898152/posts/default/3291822647788046359'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/2008/03/setetes-embun-penyejuk-dalam.html' title='Setetes Embun Penyejuk dalam Kegersangan Spiritual'/><author><name>Agus Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00799896172555942811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FluIyLVAgLE/SPUVX69PfVI/AAAAAAAAADg/0p9kNfYfJqs/S220/AGus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_QH_4aziRrx4/R4QAOkaoh1I/AAAAAAAAACo/SkhKsah3ntY/s72-c/sampul+surat+cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6535669602670898152.post-148455963943042952</id><published>2008-03-29T23:37:00.000-07:00</published><updated>2008-03-29T23:54:02.111-07:00</updated><title type='text'>Sepak Bola Tanpa Batas</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_FluIyLVAgLE/R-84h4gP6UI/AAAAAAAAAAs/vHt6jqHQJQ4/s1600-h/CA0STMB3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 234px; height: 190px;" src="http://bp3.blogger.com/_FluIyLVAgLE/R-84h4gP6UI/AAAAAAAAAAs/vHt6jqHQJQ4/s320/CA0STMB3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5183423850881214786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Judul Bu&lt;a class="isiberita"&gt;k&lt;/a&gt;u : Sepak  Bola Tanpa Batas&lt;br /&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Penulis         : Anung Handoko&lt;br /&gt;Penerbit    : Penerbit  Kanisius &lt;/a&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;&lt;br /&gt;Cetakan      : Pertama, 2008&lt;br /&gt;Tebal               :  160 halaman&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="true"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Pada mulanya, permainan sepak bola dicipta sebagai sarana mengisi  waktu luang sembari untuk berolah raga. Akan tetapi, saat ini sepak bola  menjelma menjadi ”permainan mahal,” karena menjadi media bisnis besar-besaran  yang melibatkan para penguasa dunia. Lebih dari itu, sepak bola bisa merubah  status sosial seseorang lantaran kekayaan dan popularitas yang diperoleh para  pemainnya.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p face="trebuchet ms" style="text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Selain itu, sepak bola memiliki beberapa keunikan. Pertama,  sepak bola merupakan cabang olahraga yang memiliki magnet luar biasa bagi  masyarakat luasolahraga sepak bola bukan saja terbuka dalam menampilkan kerja  tim (kompak atau kacau), juga mampu membakar semangat pemain dan ofisial serta  menebarkan hubungan emosional yang kuat dengan suporter dan penonton.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Kedua, sepak bola ternyata bukan sekadar menarik dalam kompetisi olahraga  atau event besar,olahraga yang paling digemari di seluruh dunia ini juga  berhasil menjadi fokus interaksi publik atau focused interaction, meminjam  istilahnya Erving Goffman (1992). Yaitu fokus interaksi yang terjadi ketika  orang secara efektif sepakat untuk menopang waktu sebagai satu fokus dari  perhatian kognitif dan visual seperti dalam sebuah perbincangan, papan  permainan, atau tugas gabungan yang didukung oleh sebuah lingkaran para  kontributornya yang dekat dan saling berhadapan.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Kita tentu masih ingat dengan pertandingan sepak bola Piala Asia  (Asian Cup) 2007, beberapa waktu lalu. Tim kesebelasan merah-putih harus menelan  pil pahit lantaran dikalahkan 2-1 oleh Arab Saudi pada menit-menit terakhir  menjelang pertandingan Usai. Begitu juga saat melawan Korea Selatan, tim kita  dipaksa bertekuk lutut 1-0.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Meski pada akhirnya tim merah-putih kandas untuk meraih posisi  puncak pada event ini, setidaknya kita bersyukur ternyata sepak bola masih mampu  merekatkan solidaritas bangsa ini. Silang-sengketa dan benih-benih disintegrasi  sejenak terlindas oleh perasaan senasib dan seperjuangan untuk meraih juara  Asia.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Tatkala kesebelasan kita berlaga melawan Arab Saudi maupun Korea  Selatan (Korsel), seluruh lapisan rakyat meluangkan waktunya dan bersatu-padu  memberi dukungan mental bagi tim kesayangannya. Entah politisi, artis, maupun  elemen yang tadinya berseteru, saling tikam dan saling tuding, sejenak melupakan  persoalan itu dan duduk bersama sembari melihat permainan cantik kesebelasan  kita. Bahkan, presiden Susilo Bambang Yodhoyono (SBY) beserta keluarga, rela  berdesak-desakan masuk gelora Bung Karno hanya untuk memberi semangat “pahlawan”  negaranya.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Menurut Jay J. Coakley dalam Sport in Society, Issues and  Controversies (1986), fenomena solidaritas olahraga ini secara sosiologis  memiliki mata rantai dengan unsur-unsur kehidupan, diantaranya: Pertama, relasi  organisasi sosial, perilaku kelompok, dan pola-pola interaksi sosial yang eksis  dalam semua tipe yang berbeda. Kedua, proses-proses sosial yang terjadi dengan  olahraga, seperti sosialisasi, kompetisi, kooperasi, konflik, stratifikasi  sosial, dan perubahan sosial.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Piala Asia 2007 sebagai perhelatan pertandingan sepak bola yang  diikuti oleh kesebelasan-kesebelasan terbaik di kawasan Asia juga bisa luar  biasa memukau dan fantastis. Meski tak sehebat Copa Amerika, Piala Afrika maupun  kejuaraan Eropa, maupun Piala Dunia (World Cup),namun potensi 1.5 miliar  penduduk di kawasan Asia diharapkan akan mengangkat profilnya.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Piala Asia tetap bisa menjadi pusat perhatian sekaligus menjadi media untuk  menghimpun publik yang berhasil memalingkan perhatian mereka dari kesibukan  rutin sehari-hari. Pada even ini muncul pemain-pemain berbakat yang bermain di  Liga-Liga Eropa, misalnya Shunsuke Nakamura yang bermain di Glasgow Celtic, Mark  VIduka di Newcastle, Harry Kewell dari Liverpool dan Naohiro Takahara di klub  Jerman Frakkfurt akan turun.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Muncul pula tim-tim unggul yang sebelumnya tidak terprediksikan, misalnya  Arab Saudi dan Irak. Tim kesebelasan Arab Saudi berhasil menundukkan Jepang  dengan sangat manis. Padahal Jepang pada Piala Dunia 2002 menjadi wakil dari  benua Asia. Mengejutkan lagi keberhasilan kesebelasan Irak menundukkan Korea  Selatan.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Kemenangan Irak melalui adu tendangan penalti yang dramatis atas  Korea Selatan hari Rabu membuat ribuan orang turun ke jalan-jalan raya di  Baghdad sambil mengibarkan bendera, menyanyi, dan melepaskan tembakan secara  serampangan ke udara.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Sementara itu, mayoritas penduduk Irak dari berbagai masyarakat  yang saling berperang di negara tersebut menyambut gembira kemenangan tersebut  dan menikmati momen kebahagiaan nasional yang jarang terjadi itu, para  pemberontak yang menggunakan bom mobil meledakkan dua bom mereka di antara  kerumunan orang. Akibatnya 50 orang penduduk sipil Irak dan seorang polisi tewas  akibat ledakan itu, 90 lainnya luka-luka, dan 18 kendaraan hancur.&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-family: trebuchet ms; text-align: justify;" modo="false"&gt;&lt;a class="isiberita" modo="false"&gt;Buku yang ada di tangan pembaca ini, berusaha menelisik  asal-usul permainan sepak bola beserta nilai-nilai atau mukjizat-mukjizat yang  membingkainya. Paling tidak, buku ini bisa dijadikan salah-satu rujukan bagi  para peneliti yang ingin mengetahui lebih lanjut seluk-beluk sepak bola. Meski  demikian, buku ini perlu dilengkapi dengan kajian sejarah sepak bola yang  mendalam, serta hal-ikhwal mengapa sepak bola yang dahulu hanya permainan yang  sifatnya sekedar untuk hiburan, berubah menjadi permainan yang  diperdagangkan....&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span&gt;Selengkapnya lihat di &lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;http://www.aguswibowo82.blogspot.com atau www.agus82.wordpress.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;i modo="false"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6535669602670898152-148455963943042952?l=bedahbukugratis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/feeds/148455963943042952/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/2008/03/sepak-bola-tanpa-batas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6535669602670898152/posts/default/148455963943042952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6535669602670898152/posts/default/148455963943042952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bedahbukugratis.blogspot.com/2008/03/sepak-bola-tanpa-batas.html' title='Sepak Bola Tanpa Batas'/><author><name>Agus Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00799896172555942811</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FluIyLVAgLE/SPUVX69PfVI/AAAAAAAAADg/0p9kNfYfJqs/S220/AGus.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_FluIyLVAgLE/R-84h4gP6UI/AAAAAAAAAAs/vHt6jqHQJQ4/s72-c/CA0STMB3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
